Menjadi Putih
Tak mudah memang menjadi putih.
Padahal kini aku berada dilingkungan kelabu.
Terkadang terlihat putih namun ternyata pudar.
Hanya hati putih yang bisa merasakan murninya.
Apakah itu mungkin?
Ya mengapa tidak.
Hidup hanya sekali ya harus disyukuri.
Ketika jiwa nanti ditanya setidaknya dia berkata “saya selalu berusaha di putihkan”
Hanya sekali hidup hanya sekali dan aku memutuskan untuk memutihkan diri.
Semakin menarik karna Kau beri aku banyak warna.
Kau beri ku nafsu tapi kau beri akal.
Kau beri ku raga dan kau beri pula ruh.
Kau beri ku hidup kelak kau beri mati.
Itu pasti pada setiap insan ilahi.
Semua hanya pandangan majazi hanya Engkau yang pasti ya Rabbi.
Alhamdulillah
~2011
Syukur burung
Apa aku bisa bernyanyi seperti
Syukur burung di pagi hari?
Dan ku rasa aku bisa
Bisa berbuat lebih
atau bisa diam saja
terserah kau saja
Burung
Bisa kau amati cakrawala, aku menulis tentangmu
Bebas mengudara dan menari dalam rintik hujan
Kau bisikkan kata dalam sangkar
“Apa yang hendak kau ucap?”
Aku tak dapat mendengar, aku tuli
Tapi aku perasa, aku mengerti
Mungkin inilah anugerah Tuhan yang ia berikan pada wanita.
warna warni hidupku
Bertautan kanvas polos ditanganku
Serentetan warna hendak kusapu
Tapi tak juga kutemukan warna
Yang benar-benar singgah dalam hidupku…
Hatiku merah dalam persepsi
Entah rasa atau arti?
Tak peduli merah itu hati atau menyakiti
Yang kutahu IA lebih mengerti
Malu aku pada cacing tanah
Muak kepada kemiskinan
Jijik pada menunggu
Ogah dengan berfikir
Jenuh saat diam
Hinanya menganggur
Sedih tak berdaya
Lemah semakin hancur
Gusar karna ejekan syetan
Ternyata ini menyakitkan
Menyayat hati
Merusak diri
kau
yang hadir dalam mimpi ku
yang singgah menyapa hangat
dalam alam bawah sadar ku
andai kau tau rasa
rasa yang tak ku mengerti
dari dulu hingga kini
sungguh tak mampu aku mengerti
rasio sudah tak mampu lagi
:MUAK
muak melihat tingkah laku beberapa dewan munafik
muak pula pada beberapa pelayan publik
juga pada diri yang lemah
tepat pada fikiran jenuh
sudah saatnya semua berubah
sekarang saatnya melepas jubah
karna mimpi harus bermakna
maka harus melangkah
KETIKA AKU
ketika aku mulai berfikir maka tak ada yang bisa menghentikan
ketika ku berbuat tak ada yang bisa menghalangi
ketika keyakinan hadir aku pun terus berusaha
ketika anak kecil itu kembali meminta aku terbakar
ketika aku hampa maka semua melemah
ketika itu aku tak ingin bersama hampa
lalu ketika aku bangkit aku kembali berfikir
Sepotong coklat suzanna
Terdiam dan mulai merasa
Tapi tak jua bisa ku rasa
Maaf aku tak bisa
Mungkin karna masih trauma
Atau entah mengapa.
Hati bukanlah ciptaan manusia
Dia lah pengatur dan penciptanya
Mungkin bisa diterka
Tapi begitulah ia apa adanya
Walau habis coklat suzanna
Kita masih bersama
malam tak seperti biasa
Malam seperti biasa beranjak gelap. Dan seperti biasa aku ingin tidur lebih cepat. Sebelum ku mulai rutinitas malam harian ku. “oh iya motor blon di masukin” Ku buka garasi, engine start blum sempat motor, ku masukkan ke rumah. teman datang menghampiri. “ is ada berita duka, bapak nya Iik meninggal”. Tanpa pikir panjang kami berangkat ke rumahnya tepat pukul 20.00.
Saat sampai di rumahnya ku lihat jasad Ayahnya terbaring di atas seuntai tikar di tutupi sehelai kain batik. Aku dan seluruh kawan ku di sambut lemas oleh sang anak yang harus tegar. Kulihat ada sedikit kepasrahan di nanar matanya. Terlebih ibunya yang nampak sangat terpukul oleh kepergian suami tercinta. Ia langsung memberi kami surat yasin, lalu kami membacanya dengan nada rendah. Kedatangan kami bertujuh langsung membuat sesak ruang tamu berukuran 3 kali 5 meter itu. Bisa dibayangkan, Dari pintu masuk rumah langung terlihat dapur yang agak sempit di sebelah kiri. Dan lemari ukuran tanggung di sebelah kanan dengan seember pakaian belum disetrika. Terlihat jelas kesederhanaan keluarga kawanku itu.
Setelah membaca surat yasin kami pun terdiam. Hanya dapat menatap jasad yang telah terlepas ruhnya. Dalam hati ku terbersit pikiran. Semua orang toh nanti akan seperti beliau. Hanya saja, sangat tidak rela apabila aku mati hanya meninggalkan jasad atau bahkan meninggalkan hutang naudzubillah.
Banyak orang yang ingin kaya raya
Tapi sedikit orang yang selalu berkarya
Banyak orang yang berbuat maksiat
Tapi sedikit orang yang ingat
Tenanglah kawan tanpa di undang Izroil pun akan datang
Perbanyaklah amal sebelum pangilan itu berkumandang
