KONTROL DISAIN SISTEM


KONTROL DISAIN SISTEM

  • Tujuan  untuk  memastikan  bahwa  disainnya  bisa  meminimalkan  kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.
  • Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.
  • Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :

I.   Permulaan Transaksi (Transaction Origination)

  • Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi :
  1. Permulaan Dokumentasi Sumber >  Perancangan dokumentasi

    >  Pemerolehan dokumentasi

    >  Kepastian keamanan dokumen

  2. Kewenangan >  Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa

  3. Pembuatan Input Komputer >  Mengidentifikasi  record  input  yang  salah  dan memastikan  semua  data  input
    diproses

  4. Penanganan Kesalahan >  Mengoreksi  kesalahan  yang  telah  dideteksi  dan  menggabungkan  record  yg telah dikoreksi ke record entry

  5. Penyimpanan Dokumen Sumber >  Menentukan  bagaimana  dokumen  akan  disimpan  dan  dalam  kondisi
    bagaimana dapat dikeluarkan

II.   Entri Transaksi

  • Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :
  1. Entri Data
    >  Kontrol  dalam  bentuk  prosedur  tertulis  dan  dalam  bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online
  2. Verifikasi Data
    >  Key Verification (Verifikasi Pemasukan)
    Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali
    >  Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)
    Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system
  3. Penanganan Kesalahan
    >  Merotasi  record  yang  telah  dideteksi  ke  permulaan  transaksi  untuk pengoreksian
  4. Penyeimbangan Batch
    >  Mengakumulasikan  total  setiap  batch  untuk  dibandingkan  dengan  total  yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi

III.  Komunikasi Data

  • Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam sistem  dan memonitor  penampilan  untuk memastikan  keamanan  telah  dilakukan  dgn baik
  • Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
  1. Kontrol Pengiriman Data
  2. Kontrol Channel Komunikasi
  3. Kontrol Penerimaan Pesan
  4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan

IV.   Pemrosesan Komputer

  • Pada umumnya semua elemen kontrol pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :
  1. Penanganan Data
  2. Penanganan Kesalahan
  3. Database dan Perpustakaan Software
  • Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
  • Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :
  1. Kata kunci (Password)
  2. Direktori pemakai (User Directory)
  3. Direktori elemen data (Field Directory)
  4. Enkripsi (Encryption)

V.    Output Komputer

  • Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :
  1. Distribusi
    >  Kontrol pada distribusi  laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang menerima output.
  2. Penyeimbangan Departemen Pemakai
    >  Bila  departemen  pemakai  menerima  output  dari  komputer,  maka  keseluruhan kontrol  dari  output  dibandingkan  dengan  total  yang  sama  yang  telah  ditetapkan pada waktu pertama kali data input dibuat.
  3. Penanganan Kesalahan
    Kelompok  kontrol  tertentu  dapat  ditetapkan  didalam  area  pemakai  dengan menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.
  4. Penyimpangan Record
    >  Tujuan  komponen  kontrol  yang  terakhir  ini  adalah  untuk  memelihara  keamanan yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.
  5. Penyeimbangan Operasi Komputer
    >  Kontrol  ini memungkinkan pelayanan  informasi untuk memverifikasi bahwa  semua batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.
  • Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem

Kontrol  pengoperasian  sistem  dimaksudkan  untuk  mencapai  efisiensi  dan keamanan.
Kontrol  yang  memberikan  kontribusi  terhadap  tujuan  ini  dapat  diklasifikasikan menjadi 5 area :

  1. Struktur organisasional
    >  Staf  pelayanan  informasi  diorganisir  menurut  bidang  spesialisasi.  Analisis, Programmer,  dan  Personel  operasi  biasanya  dipisahkan  dan  hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
  2. Kontrol perpustakaan
    >  Perpustakaan  komputer  adalah  sama  dengan  perpustakaan  buku,  dimana didalamnya  ada  pustakawan,  pengumpulan  media,  area  tempat  penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.
  3. Pemeliharaan Peralatan
    >  Orang  yang  tugasnya  memperbaiki  computer  yang  disebut  Customer  Engineer (CE)  /  Field Engineer  (FE)  /  Teknisi  Lapangan menjalankan  pemeliharaan  yang terjadwal / yang tak terjadwal.
  4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
    >  Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer  harus  bersih  keamanan  fasilitas  yang  harus  dilakukan  dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
  5. Perencanaan disaster
  • Rencana Keadaan darurat
    >  Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
  • Rencana Backup
    >  Menjelaskan  bagaimana  perusahaan  dapat  melanjutkan  operasinya  dari  ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
  • Rencana Record Penting
    >  Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
  • Rencana Recovery
    >  Rencana  ini  mengidentifikasi  sumber-sumber  peralatan  pengganti,  fasilitas komunikasi da pasokan-pasokan.

Referensi: Gunadarma Community

Tentang satu7an

the art ways of destination

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 203 pengikut lainnya.